Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Juli 2012
Peluang Bisnis Menjelang Lebaran
Peluang Usaha Bisnis Kue Kering
Ini adalah usaha atau bisnis yang selalu propsektif menjelang hari raya baik itu Lebaran, Natal atau hari raya dan perayaan agama lainnya. Untuk saat ini tentunya menyambut hari raya lebaran idul fitri 2010 . Kue kering salah satu makanan favorit sebagai suguhan dan banyak peminatnya menjelang lebaran. Orang cenderung pengin yang tidak ribet dalam menyambut hari raya atau juga karena keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman tentang pembuatan kue kering.
Jadi tidak semua orang bisa meluangkan waktunya untuk membuat kue kering sendiri . Inilah peluang yang harus di manfaatkan untuk memulai bisnis kue kering bagi anda yang punya waktu luang dan bisa membuat kue. Peluang lain yang terbuka adalah menjadi reseller kue lebaran . Berikut strategi dan Tips untuk memulai usaha kue kering :
- Anggaplah sebagai Hobby . Bagi Anda yang sudah hobbi atau Anda yang sudah memiliki keahlian dalam membuat kue kering itu merupakan salah satu modal untuk memulai bisnis ini. Bagi Anda yang masih baru dibidang ini modal utamanya adalah kemauan dan Anda menyenangi pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
- Cari Banyak Informasi . Anda yang belum memiliki keahlian dalam membuat kue kering carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang pembuatan kue kering yang praktis dan murah salah satunya dengan membeli tabloid yang berisi aneka tips dan resep-resep seputar kue kering, mengumpulkan resep-resep kue kering dari beberapa sumber seperti dari koran, majalah dan televisi atau Anda bisa belajar langsung membuat kue kering dari teman atau saudara buatlah catatan kecil untuk mencatat resep tips dan langkah-langkah dalam pembuatannya.
- Buatlah TESTER .Tester atau contoh kue kering yang akan Anda pasarkan pada kerabat, tetangga dan teman kantor baik teman kantor suami atau teman kantor teman lain. Ini cukup menetukan , biasanya orang cenderung melihat rasa baru harga . Lampirkan juga brosur yang berisi daftar nama kue kering yang Anda tawarkan lengkap dengan satuannya perkilo atau pertoples dengan harganya dan alamat serta nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pemesanan. Sebaiknya tester atau contoh kue kering dan brosurnya Anda bagi-bagikan satu bulan sebelum hari raya agar penawarannya bisa maksimal. Lakukan juga promosi via internet baik di facebook , tweeter atau membikin website .
- Effisien mengeluarkan modal awal. Untuk tahap awal kurangi biaya-biaya yang kurang penting agar Anda tidak terlalu berat dalam mengeluarkan modal di awal-awal usaha, misalnya untuk membeli oven listrik atau mesin-mesin lainnya. Maksimalkan penggunaan alat dapur atau alat-alat dalam pembuatan kue yang sudah Anda miliki, bila alat-alat yang Anda miliki kurang Anda bisa meminjamnya dari teman atau saudara yang sementara tidak menggunakan alat-alat tersebut.
- Lakukan Survey Pasar .Sebelum memulai bisnis ini, sebaiknya lakukan survey pasar untuk mengetahui daya beli mereka, target pasar atau pemasaran kue kering Anda segmennya pada siapa saja, untuk tahap awal pemasaran bisa Anda lakukan pada tetangga, teman kantor, atau mencoba menitipkannya pada toko-toko makanan. Lalu mencoba memproduksi kue kering dengan biaya produksi yang lebih rendah dari harga jual. Agar harga jual kue kering Anda bisa bersaing.
- Perhatikan Kualitas Bahan . Anda harus yakin bahwa produk Anda aman untuk dikonsumsi serta mendatangkan keuntungan. Maka Anda harus menggunakan bahan-bahan yang berkualitas atau gunakan bahan-bahan yang masa kadaluarsanya masih lama jangan menggunakan bahan-bahan yang sudah kadaluarsa untuk mendapatkan untung yang banyak tetapi bisa membahayakan kesehatan.
- Bikin Inovasi Kue Baru . Buatlah kue kering yang belum ada di pasar atau buat kue kering Anda memiliki ciri khas sehingga memiliki perbedaan dari yang lain. Ciri khas bisa kita peroleh dengan mencari ide-ide baru baik dengan penambahan bahan, bentuk yang lucu, dan rasa yang lezat untuk menghasilkan produk yang lebih variatif. Lakukan kontrol dengan ketat terhadap resep dan penggunaan bahan-bahan baku yang Anda gunakan untuk rasa produk yang konsisten.
- Perhatikan Kemasan Kue . Jika Anda memulai menjalankan usaha kue kering ada hal lain yang penting Anda pikirkan yaitu kemasan yang menarik untuk memberi nilai lebih pada kue kering produksi Anda. Kemasan yang cocok untuk kue kering adalah toples kedap udara atau toples mika dengan penambahan selotip agar toplesnya rapat. Disain atau dengan sedikit penambahan ornament lainnya sehingga bisa lebih terlihat menarik sehingga meningkatkan penjualan.
- Perhatikan Skala Produksi.Tahap awal memulai usaha kue kering, Anda perlu memikirkan skala produksi dan modal usaha yang diperoleh. Untuk menekan resiko, pada awalnya buatlah kue dalam jumlah yang sekiranya dapat kita jual. Kalaupun tidak terjual, kita bisa manfaatkan sebagai oleh-oleh pulang kampung dan dibagikan kepada sanak saudara. Bukankah ini lebih baik? Sambil meyelam minum air, sambil belajar kita juga bisa bersedekah dan dijamin lebih irit karena kalau kita membeli pasti akan lebih mahal dibandingkan membuat sendiri. Jadi potensi besar, resiko kecil bukan?
- PD . Percaya diri merupakan hal terpenting dalam memulai suatu usaha, jangan khawatir dan berkecil hati dengan persaingan yang banyak, karena setiap usaha memiliki pasar yang berbeda dan segmen pasar yang luas sehingga usaha kue kering ini masih bisa prospek dan berkembang mengikuti trend yang ada.Bila bisnis ini berkembang dan mendapatkan keuntungan yang lebih, tidak ada salahnya usaha ini bisa Anda lanjutkan dan teruskan tidak hanya berhenti setelah hari raya saja, melainkan bisa lebih berkembang dan berkelanjutan.
Selain strategi kita juga harus melakukan analisa usaha, diantaranya sebagai berikut:
- Buatlah daftar bahan-bahan yang diperlukan untuk produksi dan kemasan untuk kue kering. Buatlah perincian serinci mungkin bahan yang diperlukan, lalu lakukan survey harga dipasar untuk saat ini untuk mendapatkan perhitungan harganya tepat dan akurat.
- Rincilah peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan kue kering. Setiap tahapan yang dilakukan perlu di rinci barang yang diperlukan. Hitung biaya yang diperlukan dalam melakukan promosi atau pemasaran, termasuk biaya tester kue kering, transportasi untuk menyebarkan contoh dan brosur.
- Menetapkan harga jual yang bersaing. Dalam menentukan harga jual perlu diperhitungkan biaya bahan baku pembuatan, dan biaya tenaga kerja untuk tingkat keterampilan yang digunakan dalam membuat aneka kue kering.
- Memperkirakan berapa keuntungan yang diperoleh. Besarnya keuntungan dihitung dari selisih besarnya penerimaan dan biaya operasional tiap periode.
Referensi : www.makandimana.com
Artikel ini diambil dari: http://usaha.co/peluang-usaha-kue-kering.html
Peluang Bisnis Untuk Mahasiswa
Kumpulan Ide Bisnis Untuk Mahasiswa
Masa muda adalah masa yang penuh semangat. Termasuk dalam hal berbisnis. Semangat untuk memulai berbisnis banyak ditemui dalam diri anak muda, terutama mereka yang tengah mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
Meski banyak orang mencap mahasiswa sebagai anak-anak yang masih bergantung pada orangtua, tetapi tak bisa disangkal banyak dari mereka yang mampu menunjukkan kepiawaian dalam berwirausaha.
Sebagian besar lainnya, walaupun belum menghasilkan usaha yang nyata dan menghasilkan laba yang signifikan, sudah tergerak untuk menekuni dunia wirausaha tetapi masih terganjal sejumah faktor. Di antaranya yang paling sering didengar adalah kurangnya waktu yang bisa dialokasikan untuk berbisnis, ketakutan akan gagal, kurang luasnya jaringan, kebingungan dengan minat dan bidang usaha yang akan digarap, dan sebagainya.
Tentang faktor kebingungan mengenai minat dan bidang usaha yang akan digarap, sebenarnya hal ini bisa dipecahkan dengan membuka mata dan telinga seluas-luasnya. Artinya, mahasiswa bisa lebih peka dalam mengetahui apa yang mereka inginkan untuk tekuni dan kerjakan jika mereka mau bersungguh-sungguh dalam membuka pikiran terhadap semua hal yang ada di sekitarnya. Semakin terbuka, semakin besar peluang untuk mendapatkan ide bisnis yang brilian dan profitable.
Nah, apabila Anda adalah mahasiswa yang sedang kebingungan untuk memulai sebuah usaha sembari menjalani kuliah tetapi belum tahu ide bisnis yang sebaiknya digarap, kumpulan ide bisnis berikut ini mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan. Selamat menyimak.
Bimbingan belajar
Kecuali untuk orang-orang yang cuek dengan prestasi dan asal kuliah, selalu akan ada mahasiswa yang mencari bantuan orang lain yang lebih menguasai mata kuliah yang mereka anggap sulit demi grafik Indeks Prestasi yang stabil. Anda bisa memanfaatkan celah ini sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Dirikan sebuah layanan bimbingan belajar yang membantu mereka ini. Anda bisa melakukan pembimbingan sendiri atau mempekerjakan orang lain atau sesama rekan mahasiswa yang Anda anggap kompeten dalam bidang yang diberikan.
Jangan membatasi diri untuk hanya belajar aspek akademis. Saat menjalankan usaha, Anda juga perlu memperluas hingga bidang non-akademis, misalnya memberikan bimbingan bagi mereka yang hendak memiliki surat izin mengemudi, belajar olah vokal, basket, bermain gitar dan sebagainya. Yang terpenting adalah Anda memiliki kesabaran ekstra dalam membimbing.
Bisnis online
Anda bisa memulai bisnis online dari kamar tidur. Anda bisa membuat situs, blog atau toko e-commerce yang menghasilkan pemasukan pasif meski Anda harus mengikuti perkuliahan.
Jika situs atau blog Anda sudah mendapat tempat di hati pembaca dan banyak dikunjungi, coba tawarkan ruang untuk beriklan di halaman utamanya, atau iklan dalam berbagai bentuk kepada perusahaan besar yang memiliki relevansi dengan konten yang Anda muat. Dengan demikian, perusahaan tersebut bisa dikenal oleh pembaca situs/ blog dan Anda bisa menikmati keuntungan.
Dengan semakin banyaknya orang yang bisa mengakses internet, peluang usaha semacam ini juga makin terbuka lebar. Jika Anda seorang mahasiswa yang suka menulis atau menyukai dunia maya untuk berinteraksi dan menuangkan gagasan, cobalah peluang ini. Syaratnya diperlukan ketelatenan dan displin diri yang keras untuk membangunnya setiap hari. Meski mudah memulainya, keberhasilan dalam bisnis online (seperti halnya bisnis di dunia nyata) memerlukan waktu dan tenaga. Jadi jangan berharap bisa meraup untung dalam waktu singkat dengan sedikit kerja keras.
Jual beli dan simpan pinjam buku bekas
Siapa yang tidak butuh buku murah jaman sekarang? Saat biaya pendidikan semakin membubung, peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang kurang mampu terus terbebani.
Siswa dan mahasiswa selalu membutuhkan buku teks dan Anda bisa memberikan mereka buku teks yang lebih murah dari yang baru tanpa mengorbankan fungsinya dalam menunjang proses belajar.
Anda bisa membeli buku bekas yang masih layak digunakan dengan harga yang murah dari para pengumpul buku atau dari rumah ke rumah. Atau Anda bisa juga merancang sebuah program pertukaran buku yang memfasilitasi para peserta didik yang ingin menemukan buku atau meminjamkan buku yang sudah tidak mereka butuhkan lagi. Anda bisa menjual buku-buku bekas tersebut.
Menyusun catatan kuliah
Anda ingin berbisnis tetapi tidak mau ketinggalan mata kuliah yang diajarkan? Mudah saja, kenapa tidak membuat sebuah catatan perkuliahan yang Anda bisa jual kepada teman-teman yang malas mencatat atau merangkum materi yang disampaikan dosen? Anda bisa menetapkan tarif untuk setiap lembar catatan yang Anda miliki. Tawarkan juga potongan harga bagi yang sudah menjadi langganan. Asyik bukan?
Koran/situs kampus
Mungkin Anda pernah menemukan beberapa situs warta kampus atau koran kampus yang konvensional. Nah, tugas Anda adalah bagaimana membuat sebuah situs atau blog atau media kampus yang lebih mengerti aspirasi dan keinginan masyarakat kampus. Anda bisa mengajak beberapa teman untuk mendirikan blog atau situs yang menyediakan berbagai macam informasi yang sering terlupa dan remeh tetapi penting dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa. Misalnya, tempat kos yang nyaman dan murah, daftar rumah makan atau katering yang terjangkau tetapi sehat dan bergizi, atau cara berobat hemat ke poliklinik kampus atau perawatan kesehatan lain yang jarang terlintas di pikiran kita tetapi terbukti sangat berguna bila tersedia di Internet. Isu terbaru di lingkungan kampus atau kebijakan rektorat yang patut disebarluaskan pun bisa menjadi magnet bagi para pembaca agar senantiasa mengunjungi situs. Saat sudah ramai, Anda bisa mengembangaknnya menjadi bisnis yang menguntungkan dengan memasang iklan, membangun komunitas yang loyal, meluncurkan layanan atau produk, dan sebagainya.
Lowongan kerja
Ide ini mungkin tak terpikir bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan. Tapi memang cara untuk berhasil adalah dengan membantu orang lain berhasil. Dan cara untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan membantu rekan-rekan Anda untuk mendapatkan pekerjaan!
Sudah kita ketahui bersama bahwa mahasiswa sering harus menyiasati keadaan keuangan mereka sehingga mau tak mau harus mencari kerja di luar waktu belajar mereka agar tetap bisa menjalani studi dan membayar biaya hidup sehari-hari. Anda bisa membangun kerjasama dengan beberapa perusahaan dan memberikan mereka beberapa kandidat pekerja mahasiswa yang memenuhi kualifikasi. Tak hanya untuk mereka yang berijazah S1, Anda bisa juga membidik orang-orang dengan ijazah SMA atau bahkan SD sekali pun karena justru mereka inilah yang paling membutuhkan bantuan.
Laundry anak kos
Angkat tangan Anda jika semasa kuliah Anda kewalahan harus mencuci sendiri pakaian kotor Anda. Menjalani perkuliahan yang padat dan mengerjakan tugas-tugas dan makalah sudah menyita banyak waktu dan tenaga. Dan ditambah pekerjaan mencuci dan menyeterika pakaian, semua ini seolah tak ada habisnya.
Bagi mahasiswa yang tinggal di kos, lebih praktis untuk menggunakan jasa laundry yang terjangkau daripada harus membeli deterjen, mencuci dan menyeterika semua pakaiannya sendiri. Terutama di musim-musim ujian, bisnis semacam ini bisa menuai banyak untung.
Ada ide bisnis lain yang belum tercantum di sini? Bagikan di kotak komentar! (*/Akhlis)
Rabu, 13 Juni 2012
Tips Memisahkan Uang Usaha dengan Uang Pribadi
Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Boleh-boleh saja karena Anda kan memiliki hak untuk mendapatkan uang dari jerih payah Anda, tetapi yang jadi masalah sebenarnya adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang.
Setiap transaksi hendaknya dilakukan pencatatan dengan rapi setiap harinya dan dievaluasi setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk modal belanja isi warung, dan dari catatan itu akan terlihat berapa sih sebenarnya keuntungan warung setiap hari dan mingguan, sehingga akhirnya bisa diketahui juga keuntungan bulanan. Nah dari keuntungan yang tercatat tadi coba alokasikan sesuai formula 10 : 10 : 20 : 30 : 30, apa artinya? 10 % untuk zakat, 10 % untuk ditabung atau diinvestasikan pribadi, 20 % buat ditabung untuk pengembangan usaha, 30 % buat bayar cicilan hutang modal, dan 30 % buat keperluan pribadi. Jadi Anda boleh ambil 30 % saja dari keuntungan lho, bukan dari omset. Alternatif lain untuk mengambil sebagian uang usaha dengan menggaji dirinya sendiri. Dari pencatatan yang rapi akan terlihat berapa keuntungan riil dari usaha, barulah kita bisa perkirakan berapa gaji yang layak untuk diambil memenuhi kebutuhan pribadi. Cara ini dilakukan bila keuntungan usaha Anda stabil dan tidak mudah naik turun. Jadi bisa menggunakan gaji tetap secara mingguan atau bulanan. Kalau usaha kita naik turun bisa dengan menggunakan prosentase omset misalnya 20 % dari omset. Dengan demikian jika usaha sedang turun maka kita tidak membebani.
Bila Anda menggunakan rekening untuk bertansaksi usaha atau menyimpan uang hasil penjualan usahakan tidak bercampur dengan rekening pribadi. Karena jelas akan tercampur uang pribadi dan usaha. Anda harus punya 2 rekening yang berbeda, satu rekening usaha, dan satu rekening pribadi. Bila akan ambil sebagian uang usaha untuk kebutuhan pribadi lakukan transfer sejumlah uang dari rekening usaha ke rekening pribadi Anda. Bila memungkinkan dan punya dana cukup gunakan software akuntansi untuk dalam pencatatan keuangan usaha Anda. Dengan software ini pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih professional dan rapi, sehingga Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya ambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.
Kunci dari keberhasilan pengelolaan uang usaha adalah harus komitmen agar tidak mudah ambil uang buat pribadi meskipun kita sedang butuh. Bila terpaksa ambil, maka harus dicatat dan dikembalikan segera. Pendeknya harus tertib catat mencatat dan disiplin dengan diri sendiri. Ini yang tidak mudah tetapi harus dilakukan.
Setiap transaksi hendaknya dilakukan pencatatan dengan rapi setiap harinya dan dievaluasi setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk modal belanja isi warung, dan dari catatan itu akan terlihat berapa sih sebenarnya keuntungan warung setiap hari dan mingguan, sehingga akhirnya bisa diketahui juga keuntungan bulanan. Nah dari keuntungan yang tercatat tadi coba alokasikan sesuai formula 10 : 10 : 20 : 30 : 30, apa artinya? 10 % untuk zakat, 10 % untuk ditabung atau diinvestasikan pribadi, 20 % buat ditabung untuk pengembangan usaha, 30 % buat bayar cicilan hutang modal, dan 30 % buat keperluan pribadi. Jadi Anda boleh ambil 30 % saja dari keuntungan lho, bukan dari omset. Alternatif lain untuk mengambil sebagian uang usaha dengan menggaji dirinya sendiri. Dari pencatatan yang rapi akan terlihat berapa keuntungan riil dari usaha, barulah kita bisa perkirakan berapa gaji yang layak untuk diambil memenuhi kebutuhan pribadi. Cara ini dilakukan bila keuntungan usaha Anda stabil dan tidak mudah naik turun. Jadi bisa menggunakan gaji tetap secara mingguan atau bulanan. Kalau usaha kita naik turun bisa dengan menggunakan prosentase omset misalnya 20 % dari omset. Dengan demikian jika usaha sedang turun maka kita tidak membebani.
Bila Anda menggunakan rekening untuk bertansaksi usaha atau menyimpan uang hasil penjualan usahakan tidak bercampur dengan rekening pribadi. Karena jelas akan tercampur uang pribadi dan usaha. Anda harus punya 2 rekening yang berbeda, satu rekening usaha, dan satu rekening pribadi. Bila akan ambil sebagian uang usaha untuk kebutuhan pribadi lakukan transfer sejumlah uang dari rekening usaha ke rekening pribadi Anda. Bila memungkinkan dan punya dana cukup gunakan software akuntansi untuk dalam pencatatan keuangan usaha Anda. Dengan software ini pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih professional dan rapi, sehingga Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya ambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.
Kunci dari keberhasilan pengelolaan uang usaha adalah harus komitmen agar tidak mudah ambil uang buat pribadi meskipun kita sedang butuh. Bila terpaksa ambil, maka harus dicatat dan dikembalikan segera. Pendeknya harus tertib catat mencatat dan disiplin dengan diri sendiri. Ini yang tidak mudah tetapi harus dilakukan.
Langganan:
Komentar (Atom)
